Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?
Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.
Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang. Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring bukan digiring.
- Taken from Spasi (1998) by Dee’s Filosofi Kopi
1 note
Monday January 16th
